BULAN ROSARIO: Bersama Bunda Maria Menghayati Misi Gereja

Doa rosario adalah juga sekolah doa, sebuah doa yang sederhana tapi banyak memberikan pelajaran iman yang mendalam. Dengan berdoa rosario, kita mengkontemplasikan wajah Yesus Kristus sendiri bersama Maria. Rosario juga mengajak mata batin kita untuk berdoa bersama dengan tahun liturgi Gereja, karena Maria sendiri adalah Bunda Gereja. Demikian salah satu kutipan terkenal dari Santo Yohanes Paulus II.

Penghormatan kepada Maria dilaksanakan oleh Gereja selama dua kali dalam satu tahun. Pertama bulan Mei, di mana kita menghormati Maria sebagai Bunda Allah sehingga disebut bulan Maria. Kedua, bulan oktober yang memperingati Santa Perawan Maria Ratu Rosario sehingga ditetapkan sebagai bulan Rosario.

Bulan Oktober dalam tradisi Gereja Katolik adalah waktu yang didedikasikan untuk berdevosi kepada Maria melalui Rosario. Dalam bulan ini biasanya banyak umat beriman pergi ke tempat-tempat peziarahan, seperti Sendangsono, gua Maria di Kaliori, Puh Sarang dan sebagainya untuk berdoa Rosario. Hal ini juga didukung dengan adanya satu perayaan liturgi, yaitu Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosari pada 7 Oktober.

Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosasio ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII pada 1573. Tetapi saat itu masih dirayakan khusus di gereja-gereja yang altarnya didedikasikan khusus kepada Bunda Maria. Baru pada 1716 Paus Klemens XI memperluas perayaan Pesta Ratu Rosario kepada seluruh Gereja Katolik Roma tanpa terkecuali.

Awal Bulan Misi Luar Biasa

Tahun ini Bulan Rosario tidak seperti biasanya. Tepat pada 1 Oktober 2019 bersamaan dengan pembukaan Bulan Rosario, Paus Fransiskus meresmikan Bulan Misi Luar biasa dengan ibadat sore (Doa Vesper) di Basilika Santo Petrus. “Memasuki bulan Oktober 2019 saya meminta seluruh Gereja untuk menjalani aksi misi luar biasa,” kata Paus Fransiskus.

Uskup Bogor Monsinyur Paskalis Bruno Syukur dalam salah satu pernyataannya mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam bulan yang istimewa ini. “Bulan ini adalah saat yang isitmewa karena Paus menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Misi Luar Biasa. Melalui bulan misi, kita semua disadarkan kembali akan mandat Yesus untuk mewartakan keselamatan di seluruh dunia,” tuturnya.

Uskup Paskalis mengajak seluruh umat untuk menanggapi ajakkan Paus dengan bertekun dalam Doa Rosario. “Ikutlah berdoa Rosario dalam kelompok-kelompok di lingkungan, wilayah ataupun secara pribadi dengan intensi khusus yang Paus berikan. Kita menjalankan ini dengan teladan Bunda Maria yang siap menerima seluruh keputusan Allah. Seperti yang Ia katakan, ‘terjadilah padaku menurut perkataanMu’. Maria melakukan hal itu, maka mari kita juga memaknai baptisan kita dengan menjadi misionaris-misionaris sesuai dengan panggilan kita masing-masing,” paparnya.

Bulan Misi Luar Biasa menandai peringatan 100 tahun Surat Apostolik Paus Benediktus XV yakni Maximum Illud. Maximum Illud adalah dokumen tentang misi Gereja untuk membawa dunia kepada keselamatan dari Yesus Kristus.

Tema yang diangkat dalam perayaan khusus ini adalah “Dibaptis dan Diutus: Gereja Kristus dalam Misi di Dunia”. Tema tersebut diangkat bukan untuk menyebarkan ‘idelologi religius’ atau ajaran etis yang luhur, melainkan melalui misi Gereja, Yesus Kristus sendiri terus menginjil dan beraksi. Atas dasar tersebut misi gereja adalah menghadirkan khairos, saat yang tepat untuk keselamatan dalam sejarah.

Sejalan dengan Sinode Amazon

Bulan khusus ini dibuka pada hari raya Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, perawan dan pelindung karya misi bersama dengan Santo Fransiskus Xaverius. Puncaknya adalah perayaan hari Minggu Misi yang jatuh pada 20 Oktober.

Dalam bulan Misi Luar Biasa ini Paus Fransiskus juga mengajak seluruh umat untuk bersama-sama mendoakan kelancaran Sinode para uskup untuk Wilayah Amazon selama tiga minggu ke depan. “Kita berdoa agar Sinode untuk Amazon bisa ikut memberikan lebih banyak pendekatan evangelis untuk karya misi di wilayah dunia yang begitu bermasalah ini. Amazon dieksploitasi secara tidak adil dan sangat membutuhkan keselamatan. Ini adalah misi kita bersama,” pungkasnya.

Default image
Aloisius Johnsis
Manusia yang senang bercerita, setia untuk menghidupi keyakinannya dan berusaha keras untuk mewujudkan impiannya.

Jangan Ketinggalan Berita

Masukan email Anda untuk subscribe ke buletin kami.

Leave a Reply